MASAMBA, pantaunewsonline.com – 43 kafilah secara resmi dilepas oleh Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani ke Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi ke-32, Rabu (22/6). Ketua Kafilah, Misbah melaporkan 43 peserta akan mengikuti 22 cabang lomba pada MTQ yang dipusatkan di Kabupaten Bone tersebut.

“Sebelum mengikuti MTQ tingkat provinsi ini kita telah melaksanakan MTQ tingkat kabupaten dan pembinaan. Seluruh peserta juga  sudah terdaftar, diverifikasi dan dinyatakan memenuhi syarat. Selain 43 peserta, juga ada tim official yang akan mendampingi anak-anak kita,” kata Misbah di hadapan bupati yang hadir didampingi Sekda Luwu Utara, Armiadi, para pimpinan perangkat daerah, Kepala Kantor Kemenag, dan para kabag.

Ia menyebut, MTQ akan dibuka pada tanggal 24 malam yang diawali dengan beberapa rangkaian kegiatan seperti pameran pembangunan dan pawai taaruf. Sementara itu Indah Putri berpesan agar menjaga nama baik daerah.

“Saya titip nama baik daerah, jaga lisan, jaga kekompakan. Jangan lupa untuk tetap patuhi protokol kesehatan. Berangkat dalam kondisi sehat dan saya harap kembali dalam kondisi yang lebih sehat. Menjadi tamu yang baik, memperlihatkan kemuliaan dan adab,” ucapnya.

Bupati perempuan pertama di Sulsel ini berharap kafilah dapat pulang dengan hal yang membanggakan. Untuk itu, Ia meminta agar keikutsertaan pada MTQ tidak sekadar menggugurkan kewajiban tapi dalam rangka evaluasi sejauh mana pembinaan yang telah dilakukan.

“Pencapaian kita perlu ditingkatkan mengingat dalam beberapa kegiatan serupa terjadi degradasi capaian dan tentu ini menjadi bahan koreksi kita semua baik di internal maupun eksternal yang menjadi bagian dalam pembinaan anak-anak kita,” jelasnya.

Ke depan, Indah yang merupakan alumni Ponpes Datok Sulaiman Palopo ini mengusul agar pembinaan didistribusi ke 27 ponpes yang ada di Luwu Utara dengan tujuan pembinaan lebih lama, efektif, dan efisien.

“Jadi sambil belajar seperti biasa, juga akan diberikan tambahan pelatihan. Tidak harus menunggu ke hotel untuk melakukan pembinaan karena tidak cukup sehari dua hari. Sebab ini menyangkut Long Life  Education atau pembelajaran yang berlangsung sepanjang masa. Ini tentu menjadi catatan untuk model pembinaan ke depan baik untuk pembinaan pengembangan maupun kualitas SDM santri dan santriwati kita,” pinta Indah.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here