MASAMBA, pantaunewsonline.com  Tim penilai Lomba Desa dan Kelurahan tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2023 melakukan kunjungan ke Desa Sidomukti untuk melihat inovasi dan potensi desa Sidomukti. Kedatangan tim penilai disambut langsung Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, Kamis (22/6/2023) di Kantor Desa Sidomukti, Kecamatan Bone-Bone.

Kepala Desa Sidomukti, Sumirat, di hadapan tim penilai memaparkan inovasi dan potensi Desa Sidomukti.

Desa Sidomukti dengan luas wilayah 709,51 Ha dan jumlah penduduk sekitar 3163 jiwa, memiliki visi mewujudkan Sidomukti menjadi masyarakat yang maju, mandiri, religius dan sejahtera.

“Ada beberapa program unggulan yang telah kami lakukan. Pertama program pengolahan limbah ternak menjadi kompos pupuk organik. Hal ini didukung dengan diterbitkannya Peraturan Desa Sidomukti yang mana hewan ternak khususnya sapi tidak diperbolehkan untuk berkeliaran atau harus dikandangkan. Kemudian di Desa Sidomukti terdapat beberapa penggilingan beras yang cukup besar sehingga sistem pemanasan atau pengeringan melalui oven bahan baku utamanya adalah sekam padi, sehingga limbah sekam padi ini bisa kita kendalikan,” paparnya.

Lebih lanjut Sumirat mengatakan, petani Desa Sidomukti telah menggunakan Teknologi Tepat Guna dalam bercocok tanam, menerapkan sistem Tabela atau tanam benih langsung sehingga dapat mengurangi biaya  produksi.

“Kita juga ada program Pro Nasabah, atau program tanam sayur dan buah di pekarangan rumah. Ada juga program PMT atau Pemberian Makanan Tambahan dalam rangka penanganan stunting. Program ini berhasil menurunkan angka stunting di Desa Sidomukti, di mana pada tahun 2022 ada 14 kasus, kini pada tahun 2023 berkurang hingga tersisa 8 kasus. Kami juga menerbitkan Perdes Nomor 6 tahun 2021 tetntang Gotro atau gotong royong setiap hari Jumat untuk bersih-bersih lingkungan desa,” terang Sumirat.

Di Desa Sidomukti juga terdapat perusahaan pabrik roti yang dapat menyerap tenaga kerja, khususnya kaum perempuan. Bahan baku dari pabrik roti tersebut didapat dari Desa Sidomukti itu sendiri, dan dalam hal penggajian dilakukan setiap minggu, tidak perlu menunggu satu bulan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sulawesi Selatan, yang diwakili Sekretaris, Am Akbar mengungkapkan, penilaian lomba desa dan kelurahan adalah momentum untuk mengevaluasi sejumlah indikator yang ada dengan tujuan dalam meningkatkan pelayanan publik bagi masyarakat desa guna mempercepat perwujudan kesejahteraan umum, pemerintah desa tentu tidak dapat bekerja sendiri untuk mengolah sejumlah potensi yang dimilikinya.

“Olehnya itu sinergitas dan kolaborasi dengan pihak terkait, terutama pelibatan masyarakat secara partisipatif dalam pembangunan desanya akan menjadi kunci utama keberhasilan membangun desa. Dengan inovasi dan potensi Desa Sidomukti yang telah dipaparkan kepala desa, semoga dapat mewakili Provinsi Sulawesi Selatan ke tingkat Nasional.” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani menegaskan begitu pentingnya manfaat dari lomba desa ini. Melalui lomba desa, manfaatnya bukan hanya sekadar dilihat dari piala atau piagamnya jika lolos, tetapi yang paling penting adalah bagaimana mendapatkan ilmu dan pembinaan, sekaligus menjadi bagian dari monitoring dan evaluasi atas apa yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah.

“Kehadiran tim penilai tentu bukan hanya sekadar datang memberikan nilai, tetapi juga hadir memberikan masukan atau pembinaan terkait apa-apa saja yang harus dilakukan kedepannya terkait pembangunan desa. Kita berharap hasil monitoring tim penilai inovasi dan potensi Desa Sidomukti dapat ditindaklanjuti dan mengikuti jejak desa pendahulunya di Luwu Utara yang mengikuti lomba desa dan kelurahan hingga ke tingkat nasional,” harap Isteri dari Anggota DPR RI, Muhammad Fauzi ini.

Turut hadir mendampingi bupati, Kepala Dinas PMD Jasrum, Kepala Dinas Pendidikan Misbah, Kepala Dinas Transnaker Eka Rusli, Ketua TPP PKK Luwu Utara Rahma Nursaid, Ketua DWP Dalfia.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here