MASAMBA, pantaunewsonline.com – Sejumlah warga dengan nada tinggi penuh emosi mendatangi kantor pdam ikk Sukamaju, Senin (9/1/2023)

Hal itu dilakukan lantaran meteran air miliknya dicabut oleh pihak pdam yang diduga tanpa surat pemberitahuan maupun surat izin pencabutan terlebih dahulu.

Menurut keterangan Adri, anak dari pak Alwir warga dusun tamboke Sukamaju yang meteran airnya dicabut mengatakan bahwa pencabutan kilometer tersebut dilakukan tanpa ada pemberitahuan.

Bahkan menurut Adri, tindakan pencabutan meteran air milik orang tuanya dilakukan tanpa ada surat teguran pertama, kedua maupun ketiga.

“Kebetulan saya dirumah orangtua, kemudian petugas pdam datang dengan maksud untuk melakukan penyegelan, yah itu memang haknya untuk menyegel, tidak akan mungkin lakukan pencabutan tanpa ada surat pemberitahuan. Eh tau taunya, ternyata meteran air orang tua saya dicabut,” ujar Adri saat dikonfirmasi.

Lanjut dijelaskan Adri, setelah mencabut meteran milik ortunya, petugas pdam kemudian mendatangi pelanggan yang memiliki tunggakan hingga Rp.8 juta dan melakukan hal yang sama.

Setelah itu, Adri mengambil dokumentasi pencabutan lalu berkoordinasi dengan salah satu tokoh masyarakat lalu mendatangi kantor pdam sukamaju guna mempertanyakan surat izin atau pemberitahuan pencabutan

“Tidak logis lah satu perusahaan yang dinaungi oleh pemerintah, tanpa surat teguran satu, dua dan tiga tiba tiba datang melakukan pencabutan di masyarakat, kan lucu namanya,” tadasnya.

“Setibanya di kantor pdam, saya tanyakan mana surat izin maupun surat pemberitahuan pencabutan kepada petugas, tapi tidak ada satupun yang bisa memperlihatkan, ada apa ?,” tambahnya.

Sementara di tempat terpisah, Direktur PDAM Tirta Bukae Masamba, Haeruddin Kasim saat dikonfirmasi menuturkan bahwa apa yang dilakukan pihaknya sudah benar dan sesuai prosedur.

“Jadi semua sudah sesuai prosedur, yang menunggak lebih dari 3 bulan kami cabut. Surat pemberitahuan sendiri kita terbitkan 25 agustus Tahun 2022 lalu dan sudah diberikan kepada masing masing pelanggan. Intinya mereka tidak mau bayar yah kami cabut,” tandasnya.

“Seminggu setelah surat beredar, saya melakukan pertemuan dengan pelanggan di aula kantor desa tamboke. Mereka minta waktu dan disepakati toleransi waktu penyelesaian tunggakan sampai desember 2022. Januari 2023 yang masih belum membayar tunggakannya, mohon maaf kami putus, kurang bijak bagaimana lagi kami,” kuncinya.(*)

Nampak dalam sebuah rekaman video, seorang pria dengan nada emosi menantang petugas pdam yang lakukan pencabuta untuk memperlihatkan dasar pencabutan.

Dalam video, pria itu katakan “Mana surat pencabutannya pak, mana surat izinnya, karena kalau tanpa surat atau pemberitahuan itu namanya pengrusakan” kata pria tersebut.

Keterangan : Foto screenshot Whatsapp Adri ke Direktur PDAM Tirta Bukan pada tanggal 25 Agustus 2022 yang lalu

Sementara petugas pdam yang ditanya mana surat izinnya lantas menjawab “tidak ada surat izin, dan ini bukan pengrusakan” tuturnya.

Disisi lain, Direktur PDAM Tirta Bukan, Haeruddin Kasim menuturkan bahwa orang yang datang marah-marah ke kantor pdam cabang Sukamaju itu adalah Adri.

“Yang datang marah marah itu saudara Adri, setelah kami cabut meteran air orang tuanya, orangtuanya datang membayar lalu kami langsung sambung kembali meterannya,” paparnya.

“Yang aneh, menurut informasi dari ibunya, Adri sendiri yang suruh ke kantor untuk membayar, dan setelah ibunya membayar, dia pun datang sambil merekam rekam video. Saya cuma tidak habis pikir, ada orang tidak malu pakai air selama 10 bulan tunggakan airnya tapi tidak mau disegel, kan lucu,” cetusnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here