MASAMBA, pantaunewsonline.com – Komisi Pemilhan Umum (KPU) Kabupaten Luwu Utara gelar Rapat Koordinasi (Rakor) Mitigasi Potensi Masalah jelang Hari Pemungutan dan Perhitungan Suara pada pemilu Tahun 2024.

Rakor yang digelar di Warkop Soft Coffe Masamba pada Kamis (8/2/2024) ini dihadiri seluruh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Luwu Utara.

Koordiv Hukum dan Pengawasan KPU Luwu Utara Umung Kallang kepada wartawan menyampaikan bahwa kegiatan ini dianggap penting sebagai salah satu upaya memitigasi potensi masalah yang akan terjadi dalam tahapan pemilu.

“Ini sangat penting, Olehnya itu kami bersama teman teman PPK duduk bersama membahas dan berdiskusi perlunya meminimalisir terjadinya perselisihan hasil pemilu nantinya,”ungkap Ummu.

“Apa yang menjadi isu topik permasalahan dan menjadi celah itu kita identifikasi, kita diskusikan bersama-sama untuk mencari solusi yang terbaik atas isu isu itu,” tambahnya.

Hal serupa juga dikatakan Koordinator Divisi Tekhnis Penyelenggaraan, Mahsyar. Menurutnya kegiatan mitigasi potensi ini adalah melakukan pencegahan awal terkait persoalan-persoalan yang pernah terjadi dan sudah terjadi di Pemilu 2019.

“Seperti yang disampaikan teman-teman PPK tadi pada saat rakor tadi, jadi kalau misalkan ada kejadian-kejadian seperti ini, begini pencegahannya dan seperti ini solusinya,” tandas Mahsyar.

Lanjut dikatakan Mahsyar bahwa memilih dua kali merupakan salah satu potensi kecurangan yang dsampaikan oleh teman-teman PPK tadi pada saat Pemilu 2019, apalagi saat ini Luwu Utara sudah pecah menjadi 6 Daerah Pemilihan (Dapil).

“Olehnya itu saya menegaskan kepada teman-teman PPK dan jajarannya khususnya divisi hukum agar memastikan semua orang yang sudah memilih itu mewajibkan agar jarinya dicelup tinta sebagai tanda bahwa orang tersebut sudah memilih, begitu juga halnya di KPPS 4 memeriksa jari guna memastikan orang yang masuk belum memilih,” pungkasnya.

Tak hanya itu, Mahsyar juga berharap bahwa pemilu 2024 ini semua penyelenggara pemilu memiki integritas dan netralitas, walaupun mereka punya hak pilih, juga harus memastikan bahwa seluruh suara yang masuk itu diberikan kepada yang berhak.

“Jadi itu yang kami sampaikan, tidak boleh ada satu suara pun yang tidak jadi miliknya kalau misalnya dia sudah menjadi pemilik suara tersebut. Insya Allah kami akan tegaskan itu kepada seluruh penyelenggara kami,” tutupnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here