MAPPEDECENG, pantaunewsonline.com – Penanganan stunting saat ini bukan hanya merupakan tanggung jawab daripada petugas kesehatan, tetapi merupakan tugas bersama termasuk Kepolisian.

Hal itu dikatakan Kapolsek Mappedeceng Ipda Aris kepada wartawan usai menghadiri rapat koordinasi tim percepatan dan penanggulangan stunting bersama forum koordinasi pimpinan kecamatan Mappedeceng di aula Kantor camat Mappedeceng, Selasa (14/2/2023).

“Polri selalu siap mendukung program program pemerintah, apalagi terkait masalah pencegahan dan penanggulangan stunting dimana kita ketahui bersama bahwa persoalan stunting ini adalah program prioritas karena dampaknya berkepanjangan,” jelasnya.

Kapolsek juga katakan bahwa untuk mencegah dan menurunkan pravelensi stunting memang membutuhkan peran multisektor, peran dari semua pihak, tidak hanya menitikberatkan intervensi di sektor kesehatan saja.

“Ya karena stunting ini disebabkan oleh banyak faktor, inilah pentingnya dilakukan rakor, butuh peran serta semua pihak untuk menanganinya. Jadi tidak hanya bertumpu pada bidang kesehatan saja,” terangnya.

Terkait dengan adanya data 76 warga status stunting dan 960 warga beresiko stunting di Kecamatan mappedeceng, nantinya Kapolsek bersama tim percepatan dan penanggulangn stunting akan memantau langsung warga tersebut.

“Ada jadwal yang akan dibuat tim nantinya untuk memantau langsung, kita dari TNI Polri sebagai tim pengarah akan turut serta disitu untuk mengunjungi warga yang dimaksud,” sebut Ipda Aris.

“Kami juga akan memastikan kondisi orang yang akan dijadikan sebagai bapak atau orang tua asuh bagi warga yang terindentifikasi stunting. Saya sendiri selaku Kapolsek juga bersedia menjadi orang tua asuh bagi mereka,” kunci Kapolsek.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here