RAMPI, pantaunewsonline.com – Wakil Ketua DPRD Luwu Utara dari Fraksi PAN, Karemuddin melakukan Reses Masa Sidang lll tahun 2023/2024 di Desa Onondowa, Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara pada Senin (13/6/2023).

Dalam menyerap aspirasi warga dari berbagai desa yang ada di Kecamatan RAMPI ini, Karemuddin didampingi Camat Rampi, Andi Rahmat Pratama, Bhabinkamtibmas Bripka Tri, Sekcam Rampi, Sabang Pasolong, Kabag Umum DPRD Luwu Utara, Musbar dan sejumlah Staff DPRD Luwu Utara

Kegiatan ini juga turut dihadiri para Kepala Desa se-Kecamatan Rampi, sekdes, BPD, penyuluh pertanian, tenaga guru dan tenaga kesehatan baik yang P3K maupun Honorer, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.

Dalam kegiatan reses Wakil Ketua DPRD Luwu Utara ini, satu persatu dari perwakilan setiap desa menyampaikan aspirasinya tekait kondisi yang ada di desanya.

Seperti yang disampaikan Kepala Desa Onondowa, Mastab Wungko bahwa dalam setiap Musrenbang pagar sekolahnya selalu diusulkan untuk diadakan namun hingga saat ini belum diadakan.

Mastab juga mengusulkan PLTMH (pembangkit listrik tenaga mikro hydro) sungai balutu dimana PLTMH ini sangat dibutuhkan mengingat Onondowa adalah ibukota di Kecamatan Rampi.

“Kami malu pak dewan kalau di desa kita ini misalkan kedatangan tamu dari luar baik dari pusat, provinsi maupun kabupaten, lalu kemudian sungai banjir karena disini tiap kali banjir maka otomatis lampu akan padam,” bebernya.

Selain itu, Mastab juga usulkan peningkataan jembatan sungai lariang sepanjang 97 meter, bendungan untuk irigasi persawahan serta pemanfaatan alat berat jika terjadi bencana yang mengganggu aktifitas masyarakat.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Desa Sulaku, Burhan Wunta bahwa jembatan di desanya juga sangat dibutuhkan. Bukan hanya jembatan, ruang kantor sekolahnya tak kalah pentingnya mengingat sekolahnya membutuhkan kantor.

“Tak kalah pentingnya yakni ruang sekolah juga pak dewan, kalau kita lihat itu ruangan sekolah di desa saya secara manusiawi pak, tidak layak untuk ditempati proses belajar mengajar, untuk itu mohon diperjuangkan,” ujar kades Sulaku.

Kepala Desa Leboni, Yulius Poku juga mengeluhkan soal normalisasi sungai tobilo, jalan dan jembatan di dua titik yakni kabusangan dan poeho, SDM untuk tenaga pendidik maupun kesehatan, pagar sekolah maupun fasilitas rumah adat.

Kemudian dari Ibu Herlina tokoh adat Desa Onondowa berharap mendapat fasilitas WC di rumah adat desa Onondowa serta kebudayaan alat musik tradisional musik bambu yang perlu kembali dilestarikan.

Begitu juga dari kalangan pemuda yang berharap mendapat bantuan pemberdayaan pelatihan alat berat untuk dua orang masing-masing dari utusan desa yang ada di wilayah Kecamatan Rampi.

Karemuddin yang mendengar keluhan dan harapan warga itu akan berupaya memperjuangkan di DPRD, namun pihaknya tidak menjanjikan akan secepatnya terealisasi 100% mengingat anggaran untuk tahun 2022 sudah berjalan.

“Tugas saya ini membantu memperjuangkan aspirasi rakyat, bukan sebagai penentu kebijakan. Jadi kita tidak bisa menjanjikan kapan akan terealisasi karena anggaran sudah berjalan,” ujarnya.

“Jadi sabar-sabar maki, InsyaAllah saya dan teman teman di DPRD akan perjuangkan itu semua, kalaupun ada yang bisa kita realisasikan di anggaran perubahan, kita akan upayakan, minimal tidak ada yang kosong,” kuncinya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here