MASAMBA, pantaunewsonline.com – Bakal calon legislatif yang pernah terlibat kasus pidana dan sudah bebas selama lima tahun lebih, harus mengumumkan dirinya secara terbuka dan jujur dihadapan publik.

Hal itu tertuang dalam UU nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu pada Pasal 240 ayat 1 (g) yang bunyinya memperbolehkan mantan narapidana mencalonkan diri selama yang bersangkutan telah secara terbuka dan jujur mengemukakan kepada publik bahwa ia adalah mantan narapidana.

Olehnya itu, Hamruddin bakal calon legislatif dari PAN dapil 6 Luwu Utara merasa perlu menyampaikan kepada publik bahwa dirinya pernah tersangkut masalah pidana pada 29 tahun yang silam.

Hal itu ia anggap penting karena dirinya tak mau melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah khususnya dalam aturan Pemilu yang akan dilaksanakan pada tahun 2024 mendatang.

“Saya orang yang taat azas, taat akan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah, dan ini saya anggap penting sehingga tak ada polemik tentang saya kedepannya, saya tidak ingin dianggap melanggar aturan,” tuturnya pada pantaunewsonline.com pada Senin (8/5/2023) di Soft Coffee Masamba

Hamruddin menyebutkan bahwa dirinya pernah tersangkut masalah pidana pada tahun 1994. Sempat menjalani hukuman di Lapas Palopo selama lima tahun karena kasus pembunuhan di Desa Mario Kecamatan Baebunta Luwu Utara.

“Berdasarkan aturan maka publik perlu mengetahui kalau saya pernah menjalani penjara selama lima tahun karena kasus perkelahian, tawuran sehingga membuat orang terbunuh karena tangan saya,” tandasnya.

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya atas hal itu, karena peristiwa itu diluar kendali saya, saya berjanji tidak akan mengulangi hal yang sama. Saat ini saya sudah berubah dan mau mengabdi kepada masyarakat. Olehnya itu saya berharap masyarakat mau memaafkan saya,” kuncinya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here